Sabtu, 15 Juli 2017

Memuliakan Orang Tua/ Ibu dan Ayah.
"Sebagai seorang anak seyokyanya sudah sepautnya kita harus menghormati orang tua kita, karena orang tua lah yg sudah bersusah payah dalam merawat kita, dalam kandungan 9 bulan iu sosok perjuangan seorang Ibu, yang sangat cinta terhadap sibuah hatinya.
  " Terkadang Rasa sakit tak ia hiraukan, ia anggap itu sebagai nikmat dari Allah swt.tidak sampai disitu para jama'ah sekalian perjuangan seorang ibu dan ayah,ia Rela berjuang untuk kesuksesan semua anak2nya. sampai nyawa mereka pertaruhkan.
Namun saat sekarang ini sering kita liat bagai mana akhlaq seorang anak kepada orang tuanya, yang tidak mencerminkan ia menghormati orang tuanya, dan Bahkan terkadang sudah masuk kepada Ranah ungkapan kata Durhaka. Banyak kisah - kisah yang bisa kita baca para hadirin sekalian bagaimna nasib seorang anak yang durhaka kepada orang Tuanya, contoh, Sangkuriang, Malinkundang. Dll. mengapa kita tidak mau mengambil i'tibar dari semua kejadian yang sudah terjadi dari terdahulu, bahkan kita anggap hal yang sepele saja.
Baginda Rasullullah saw, mengatakan dalam haditsnya yang di riwayatkan muslim daam kita miskytu mashobih :

Hadits Ke 4851
" عنه،قال: قال رسول ا لله صلى لله عليه و سلم : ر غم انفه، رغم انفه، رغم انفه. قيل: من يا رسول الله قال من ادرك والديه عندالكبر،احد هما او كلاهما،ثم لم يد خل الجنة. رواه مسلم."
Dari Abu Hurairah, "Bahwasannya telah bersabda Rasullullah saw." Sungguh amat rugi, sungguh amat rugi,sungguh amat Rugi".Tanya seseorang :"Wahai Rasullullah saw , siapakah yang amat rugi?". Sabda beliau:" Yang amat merugi adalah seorang yg mendapatkan orang tuanya telah lanjut usia atau salah satu dari keduanya, tetapi ia tidak sempat berbakti kepada kedua orang tuanya, sehingga ia tidak dapat masuk kedalam syurga".(HR.MUSLIM). Dari hadits diatas...
Mari sama2 kita rawatlah orang tua kita, kita jaga mereka ,karena brapa bnyak waktu mereka dlu untuk merawat kita, bayangkan 9 bulan mengandung, susah tidur, ditambah lagi gerakan kita sewaktu dalam kandungan, sekaya apapun kita tidak akan mampu membayar itu semua, kecuali kita berbakti kepada mereka, kesuksesan kita karena ridho ALLAH Swt dan orang tua....jika kita semua sadar, tegakah kita titipkan orang tua kita kepanti asuhan....jijikkah kita melihat dan merawat orang tua kita yg sudah udzur....naudzubillah....jgn biarkan ne terjadi kepada diri kita, saudara kita... #muhasabah..

Minggu, 16 Oktober 2016

URGENSI ISLAM DALAM MEMAKNAI IBADAH QURBAN

URGENSI DIDALAM MEMAKNAI HAKIKAT
IBADAH QURBAN.

Nur Hadi Sinaga S.Pd.I
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Syukur Alhamdulillah, kita hendaknya selalu terucap dari lisan kita, atas karunia kenikmatan yang diberikan Allah Swt kepada setiap hamba_Nya dan Makhluknya yang hidup  dimuka bumi Allah yang fana ini. Segala fasilitas yang diberikannya dan kita gunakan adalah merupakan kenikmatan yang sangat pantas kita syukurin, dengan hal paling mudah adalah lisan ini mengucapkan Alhamdulillah setiap kita mendapatkan kenikmatan dari Allah Swt. Sebab Allah tidak pernah ingkar Janji setiap apa yang dikatakannya. Seperti yang dikatakan Allah Swt dalam Q.S.Ibrahim : 7  berbunyi :
øŒÎ)ur šc©Œr's? öNä3š/u ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯RyƒÎV{ ( ûÈõs9ur ÷LänöxÿŸ2 ¨bÎ) Î1#xtã ÓƒÏt±s9 ÇÐÈ  
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Shalawat berangkaikan salam kita ucapkan kepada baginda Rasullah Saw, Seorang tokoh yang dikenal sepanjang zaman, walau kita tak bernah bertemu dengannya, tapi dengan keyakinan kita bahwa agama yang ia bawa yakni islam sebagai agama yang menuntun kita kepada jalan yang lurus menuju ridho agama Allah Swt, fiddunya Wal akhirah nantinya. Dan semoga kita tergolong umat Rasullah Saw yang terdaftar mendapat  syafaat di yaumul akhirat nanti. Aamiin Ya Rabbal “alamin..
Allahu Akbar ...Allahu Akbar....Allahu akbar  Walillah ilham....
Hadirin Jamaah shalat Id Rahimakumullah....
Hari ini tepat pada tanggal 10 Dzulhijah dalam perhitungan kelender hijriah, kita bersama- bersama berkumpul di masjid yang kita cintai ini, majlis yang di ridhoi Allah nantinya, Untuk Melaksanakan Shalat Idul Adha 1437 H.  Mulai terbenam matahari telah terdengar di telinga kita kalimat Takbir,Tahmid, karena suatu pertanda keagungan Rabb penguasa Alam semesta ini, yang kita kenal dengan hari raya Idul adha Atau Hari raya Haji bahkan Qurban, didalam bulan Dhulhijjzh ini terdapat momentum yang sangat penting dan sangat berharga bagi umat Islam, yang merupakan perintah Allah Swt kepada Hambanya:
1.      Ibadah Haji
2.      Ibadah Shalat dan
3.      Ibadah Qurban.


1.      IBADAH HAJI
Di dalam Al-Quran ada 2 ayat yang menjelaskan bahwa perintah haji diserukan kepada seluruh umat manusia bukan kepada orang yang beriman saja.
Yang pertama, Surat Al Hajj  ayat 27,
bÏiŒr&ur Îû Ĩ$¨Y9$# Ædkptø:$$Î/ šqè?ù'tƒ Zw%y`Í 4n?tãur Èe@à2 9ÏB$|Ê šúüÏ?ù'tƒ `ÏB Èe@ä. ?dksù 9,ŠÏJtã ÇËÐÈ  
Artinya: “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji untuk melaksanakan syariat haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
Kedua, dalam Surat Ali Imran: 97,
ÏmŠÏù 7M»tƒ#uä ×M»uZÉit/ ãP$s)¨B zOŠÏdºtö/Î) ( `tBur ¼ã&s#yzyŠ tb%x. $YYÏB#uä 3 ¬!ur n?tã Ĩ$¨Z9$# kÏm ÏMøt7ø9$# Ç`tB tí$sÜtGó$# Ïmøs9Î) WxÎ6y 4 `tBur txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$# ÇÒÐÈ  
“Mengunjungi ke Baitullah (haji) adalah wajib bagi manusia kepada Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.
Apa yang menjadi tujuan dan mengapa Allah memanggil, menyeru seluruh manusia untuk datang mengunjungi Baitullah melaksanakan manasik haji dan umrah? Alasan pertama, sebab syariat haji adalah syariat yg telah ditetapkan kepada Nabi Ibrahim As.beserta keluarganya. Panggilan, seruan, dan ritual manasik haji telah dilaksanakan semasa Nabi Ibrahim As beserta keluarganya.
Kisah ini adalah menggambarkan sebuah keluarga yang patuh dan taat akan perintah Allah Swt yang diberikan kepada Nabi Ibrahim As, dan anaknya Ismail As. Bagaimana tidak penting, ayah mana yang bertahun – tahun tidak mempunyai keturunan atau anak, akan tetapi begitu dikarunia anak Allah Swt memerintahkan untuk menyembelihnya, hati Orang tua mana yang tega? Ibu mana yang kuat mentalnya menyaksikan anaknya disembelih putranya, dan anak mana yang mau disembelih bapaknya?
Tetapi semua pertanyaan itu hilang ditimpa rasa lebih takut kepada Allah swt dan ketaatan serta ketaqwaannya tersebut. Yang perlu sebagai renungan bagi kita sekarang adalah apakah kisah ini hanya tinggal sejarah sebatas dikenang? Apakah hari raya idul adha yang setahun sekali kita peringati ini hanya seremonial
Allahu Akbar.......Allahu Akbar.....Allahu akbar walillahilham....
Jama’ah shalai Id adha Rahimakumullah.....
  1.  PERINTAH SHALAT
Perintah Shalat adalah merupakan salah satu rukun islam yang harus kita kerjaan, dalam perintah ini juga tidak ada tawar menawar kepada Allah swt. Mengapa demikian....dengan shalat hidup kita menjadi teratur...dengan shalat kita lebih dekat dengan Allah swt...dengan Shalat juga kehidupan keluarga kita akan adem ayem dan tentram, dan masih banyak lagi yang kita dapat ketika perintah Allah ini kita Jalankan dalam kehidupan sehari – hari.
“ HAMBLUM MINALLAH WAHABLUM MINANNAS”
“Hubungan dengan manusia itu adalah saling silaturrahim.....dengan Allah ialah Ibadah shalat”
Bangsa indonesia mayoritas adalah umat Islam...rumah Ibadah yang paling banyak Adalah Islam.....Rumah Ibadah yang paling megang tinggi....nyaring suaranya adalah Islam....tapi juga rumah ibadah yang paling sepi Jama’ahnya adalah Islam...mengapa demikian ? Kita Umat Islam masih dilanda kufur nikmat, rasa takut..cinta dunia. Itu semua tidak pernah kita sadari, hidup kita ini milik siapa, Ibadah kita ini untuk siapa, Apa yang kita cari untuk siapa, pangkat jabatan yang kita punya milik siapa.
Ingatlah wahai umat islam,Inna shalati wanusuki, wamahyaya, wamamati..lillahi Rabbil “alamin...sesungguhnya Shalatku, sujud rukukku, mati ku ialah milik Allah swt...
Padahal banyak ayat Al qur’an menjelaskan tentang ancaman dan peringatan Allah ketika kita meninggalkan Shalat, banyak juga balasan kepada Umat islam yang menjalankan perintah Allah. Tapi kembali lagi semuanya ini hanyalah sekedar tulisan, dan adanya realisasi dalam setiap nafas kita untuk lebih meninggkatkan kita beribadah kepada Allah Swt. Umat islam saat sekarang ini lebih suka di adu domba, umat Islam saat sekarang ini lebih suka memperdebatkan sesuatu hal yang bisa mengurangi orang yang akan beribadah. Paradiqma seperti inilah yang membuat umat islam di ambang kehancuran, karena yanng merusak aqiqah, yang merusak kesatuan, yang merusak hukum adalah umat islam itu sendiri, sehingga Krisis kepercayaan sudah tidak lagi.
Kita telah terlenakan dengan syurganya dunia yang bakalan akan kita tinggalkan, termasuk Harta, istri,  anak, suami, suami kita tinggalkan ketika kematian sudah menghapiri pada jiwa setiap manusia, seolah – olah kita telah di ninabobokkan olehnya, seharusnya kita harus berpikir yang lebih lagi, hidupa didunia ini adalah seperti kita dalam perjalan yang mengendarai Bus ataupun Transportasi lainnnya.dunia ini hanya terminal sementara, Transli kita nantinya di Alam Kubur, terminal kedatangan kita itu adalah Padang Mahsyar, Jam keberangkatan kita adalah suprais, sebuah kejutan yang sifatnya Rahasia Allah Swt, Check In kita dilakukan oleh Malaikat Sakaratul Maut, setelah itu tujan Akhir kita adalah SYURGA. Dan setiap kita melakukan perjalan pasti ada yang kita bawa, nah ketika kita mati kita hanya diperbolehkan membawa Kain Kafan, Iman dan Amal saleh doang. Dan barang yang bisa menyusul adalah Shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Doa anak Shaleh. Nah sebagai catatan kita apakah semua ini Sudah kita penuhi dan di persiapkan, jika lau belum kapan lagi? Jika sudah, apakah tidak ingin menambah ?
Allahu Akbar 3 x walillahilhamd.
Jama’ah Shalat Idul adha Rahimakumullah....
Kita semuanya adalah sebagai pemimppin dan sekaligus contoh dikeluarga kita, karena kita adalah sebagai orang tua, yang seharusnya orang tua adalah sebagai tuntunan dengan anak – anaknya dirumah, akan tetapi sekarang banyak sebagai orang tua hanya menjadi tontonan bagi anak – anaknya, anak shalat di masjid atau dirumah orang tuanya hanya duduk santai didepan televisi sambil minum kopi, hal demikian ini lah yan membuat generasi anak kita yang akan meninggalkan Shalat dan mengikuti Hawa Nafsunya, seperti yang tersinyalir dalam Al qur’an surat Marya : 58-60 yaitu :
y7Í´¯»s9'ré& z`ƒÏ%©!$# zNyè÷Rr& ª!$# NÍköŽn=tã z`ÏiB z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# `ÏB Ïp­ƒÍhèŒ tPyŠ#uä ô`£JÏBur $oYù=yJym yìtB 8yqçR `ÏBur Ïp­ƒÍhèŒ tLìÏdºtö/Î) Ÿ@ƒÏäÂuŽó Î)ur ô`£JÏBur $uZ÷ƒyyd !$oYøu;tGô_$#ur 4 #sŒÎ) 4n?÷Gè? ÷LÏiøn=tæ àM»tƒ#uä Ç`»uH÷q§9$# (#ryz #Y£Úß $|Å3ç/ur )   * y#n=sƒmú .`ÏB öNÏdÏ÷èt/ ì#ù=yz (#qãã$|Êr& no4qn=¢Á9$# (#qãèt7¨?$#ur ÏNºuqpk¤9$# ( t$öq|¡sù tböqs)ù=tƒ $xî ÇÎÒÈ  
žwÎ) `tB z>$s? z`tB#uäur Ÿ@ÏHxåur $[sÎ=»|¹ y7Í´¯»s9'ré'sù tbqè=äzôtƒ sp¨Ypgø:$# Ÿwur tbqßJn=ôàム$\«øx© ÇÏÉÈ
Artinya :
“  Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun, Q.S Maryam: 58-60 ).
Ibnu Katsir menjelaskan, generasi yang adhoo’ush sholaat itu, kalau  mereka sudah menyia-nyiakan sholat, maka pasti mereka lebih menyia-nyiakan kewajiban-kewajiban lainnya. Karena shalat itu adalah tiang agama dan pilarnya, dan sebaik-baik perbuatan hamba. Dan akan tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya,, senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia. Maka mereka itu akan menemui kesesatan,, artinya kerugian di hari qiyamat.
Adapun maksud lafazh Adho’us sholaat ini, menurut Ibnu Katsir, ada beberapa pendapat. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah). Itu adalah pendapat yang dikatakan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi, Ibnu Zaid bin Aslam, As-Suddi, dan pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Pendapat inilah yang menjadi pendapat sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad, dan satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan, iqamatul hujjah (penjelasan dalil), berdasarkan Hadits:
بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ تَرْكُ الصَّلاَةِ (رواه مسلم في صحيحه برقم: 82 من حديث جابر).
(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir).
Dan Hadits lainnya:
الْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ. (رواه الترمذي رقم 2621 والنسائ 1/231 ،وقال الترمذي :هذا حديث حسن صحيح غريب).
Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat, maka barangsiapa meninggalkannya, sungguh-sungguh ia telah kafir.” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya 1/231, dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib).
Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq Sami As-Salamah, juz 5 hal 243).
Penuturan dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh, terpilih, bahkan nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. Mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Namun selanjutnya, disambung dengan ayat yang memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda, bahkan berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu, yakni sikap generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu
3        IBADAH QURBAN
Tidaklah salah seorang anak Adam beramal pada hari nahar (‘Idul adha) dengan sebuah amalan yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah (menyembelih binatang kurban), dan sesungguhnya dia(binatang sembelihan) akan datang pada hari kiamat dengan tanduknya, kukunya, dan bulu-bukunya. Dan sesungguhnya darah kurban tersebut sampai kepada Allah, sebelum mengalir ke tanah.”(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi dan dihasankannya)
Hadits di atas adalah salah satu hadits yang menunjukkan tentang keutamaan qurban, qurban/ udhiyah adalah hewan yang disembelih dengan tujuan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah subhanahu wa ta’ala pada hari idul ‘adha sampai akhir hari-hari tasyrik.(Lisanul Arab)
Hikmah disyariatkan qurban
         1.         Taqqarub (medekatkan diri) kepada Allah subhanahu wa ta’ala,karena Allah telah berfirman
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah (berqurban).”
         2.         Menghidupkan sunah imam ahli tauhid, Ibrahim ‘alaihissalam ketika beliau diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya Ismail ‘alaihissalam, kemudian Allah menggantinya dengan domba yang besar, Allah berfirman:
وفديناه بذبح عظيم [الصافات:107].
“Dan kami gantikan gengan sembelihan yang besar.”(Ash-Shaaffat: 107)
         3.         Berbagi kesenangan kepada orang fakir dan miskin, dengan daging yang disedekahkan kepada mereka.
         4.         merupakan bentuk syukur kepada Allah yang telah menundukkan binatang ternak kepada kita. Allah berfirman:
šcôç7ø9$#ur $yg»oYù=yèy_ /ä3s9 `ÏiB Ύȵ¯»yèx© «!$# ö/ä3s9 $pkŽÏù ׎öyz ( (#rãä.øŒ$$sù zNó$# «!$# $pköŽn=tæ ¤$!#uq|¹ ( #sŒÎ*sù ôMt7y_ur $pkæ5qãZã_ (#qè=ä3sù $pk÷]ÏB (#qßJÏèôÛr&ur yìÏR$s)ø9$# §ŽtI÷èßJø9$#ur 4 y7Ï9ºxx. $yg»tRö¤y öNä3s9 öNä3ª=yès9 tbrãä3ô±s? ÇÌÏÈ   `s9 tA$uZtƒ ©!$# $ygãBqçté: Ÿwur $ydät!$tBÏŠ `Å3»s9ur ã&è!$uZtƒ 3uqø)­G9$# öNä3ZÏB 4 y7Ï9ºxx. $ydt¤y ö/ä3s9 (#rçŽÉi9s3çGÏ9 ©!$# 4n?tã $tB ö/ä31yyd 3 ÎŽÅe³o0ur šúüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÌÐÈ  

 “Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkanya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj:36-37)
Hukum Qurban
Jumhur ulama mengatakan bahwa qurban ukumnya sunnah muakaddah, dan makruh/dibenci kalau ditinggalkan bagi orang yang mampu. Adapun sebagian ulama yang lain mengatakan hukumnya wajib.Imam Syafi’i berkata: Andaikat qurban itu wjib maka, tidaklah cukup satu rumah kecuali setiap orang mengorbankan seekor kambing atau setiap tujuh orang mengorbankan satu ekor sapi, akan tetapi karena hukumnya tidak wajib maka cukuplah bagi seorang yang mau berqurban untuk menyebutkan nama keluarga pada qurbannya. Dan jika tidak menyebutkannya tidak meninggalkan kewajiban.”(Al-Umm 2:189)
Hewan yang diqurbankan
Untuk onta maka umurnya tidak kurang dari 5 tahun, sapi tidak kurang dari 2 tahun, kambing jawa 1 tahun dan untuk domba tidak kurang dari 6 bulan.dan hewan tersebut sehat tidak cacat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
أربع لا تجوز في الأضاحي: العوراء البيّن عورها، والمريضة البيّن مرضها، والعرجاء البيّن عرجها، والكسيرة التي لا تُنقي ـ يعني لا نَقي فيها ـ أي لا مخ في عظامها وهي الهزيلة العجفاء } [أحمد:4/284، 281، وأبو داود:2802].
Artinya : “Empat hewan yang tidak diperbolehkan untuk berqurban: buta yang jelas kebutaanya, sakit yang nyta sakitnya, pincang yang jelas kepincangannya dan kurus yang tidak berdaging.”(HR.Ahmad dan Abu Dawud)
Ketentuan bagi orang yang mau berkorban
Bagi orang yang berniat untuk berqurban dan telah masuk bulan dzulhijjah makadianjurkan untuk tidak memotong rambut, kuku atau kulitnya.
إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره } [رواه مسلم] وفي رواية: { فلا يأخذن شعراً ولا يقلمن ظفراً } [مسلم]
“Apabila kalian melihat hilal/bulan dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berniat untuk berqurban, maka hendaklah dia menahan rambut dan kukunya.(HR.Muslim) dalam riwayat yang lain:”Janganlah memotong rambut dan kukunya.” (HR.Muslim)
Pembagian daging qurban
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ {28}
“Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj:28)
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ
“Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta (Al-Hajj:36)
Artinya:
“Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan ia menshahihkannya, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi, Al-Hafidh Ibnu Hajar merojehkan bahwasanya hadits ini maukuf (sampai kepada shahabat saja