URGENSI DIDALAM MEMAKNAI HAKIKAT
IBADAH QURBAN.
![]() |
Nur Hadi Sinaga S.Pd.I |
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Syukur Alhamdulillah,
kita hendaknya selalu terucap dari lisan kita, atas karunia kenikmatan yang
diberikan Allah Swt kepada setiap hamba_Nya dan Makhluknya yang hidup dimuka bumi Allah yang fana ini. Segala fasilitas
yang diberikannya dan kita gunakan adalah merupakan kenikmatan yang sangat
pantas kita syukurin, dengan hal paling mudah adalah lisan ini mengucapkan
Alhamdulillah setiap kita mendapatkan kenikmatan dari Allah Swt. Sebab Allah
tidak pernah ingkar Janji setiap apa yang dikatakannya. Seperti yang dikatakan
Allah Swt dalam Q.S.Ibrahim : 7 berbunyi
:
øÎ)ur
c©r's? öNä3/u ûÈõs9
óOè?öx6x© öNä3¯RyÎV{
(
ûÈõs9ur
÷Länöxÿ2 ¨bÎ) Î1#xtã ÓÏt±s9
ÇÐÈ
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih".
Shalawat berangkaikan
salam kita ucapkan kepada baginda Rasullah Saw, Seorang tokoh yang dikenal
sepanjang zaman, walau kita tak bernah bertemu dengannya, tapi dengan keyakinan
kita bahwa agama yang ia bawa yakni islam sebagai agama yang menuntun kita
kepada jalan yang lurus menuju ridho agama Allah Swt, fiddunya Wal akhirah
nantinya. Dan semoga kita tergolong umat Rasullah Saw yang terdaftar mendapat syafaat di yaumul akhirat nanti. Aamiin Ya
Rabbal “alamin..
Allahu Akbar ...Allahu Akbar....Allahu
akbar Walillah ilham....
Hadirin Jamaah shalat Id
Rahimakumullah....
Hari ini tepat pada
tanggal 10 Dzulhijah dalam perhitungan kelender hijriah, kita bersama- bersama
berkumpul di masjid yang kita cintai ini, majlis yang di ridhoi Allah nantinya,
Untuk Melaksanakan Shalat Idul Adha 1437 H. Mulai terbenam matahari telah terdengar di
telinga kita kalimat Takbir,Tahmid, karena suatu pertanda keagungan Rabb
penguasa Alam semesta ini, yang kita kenal dengan hari raya Idul adha Atau Hari
raya Haji bahkan Qurban, didalam bulan Dhulhijjzh ini terdapat momentum yang
sangat penting dan sangat berharga bagi umat Islam, yang merupakan perintah
Allah Swt kepada Hambanya:
1.
Ibadah Haji
2.
Ibadah Shalat dan
3.
Ibadah Qurban.
1. IBADAH HAJI
Di dalam Al-Quran ada 2 ayat yang
menjelaskan bahwa perintah haji diserukan kepada seluruh umat manusia bukan
kepada orang yang beriman saja.
Yang pertama, Surat Al
Hajj ayat 27,
bÏir&ur Îû
Ĩ$¨Y9$# Ædkptø:$$Î/
qè?ù't
Zw%y`Í
4n?tãur Èe@à2
9ÏB$|Ê
úüÏ?ù't
`ÏB
Èe@ä.
?dksù
9,ÏJtã
ÇËÐÈ
Artinya:
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji untuk melaksanakan
syariat haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan
mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
Kedua, dalam Surat Ali Imran: 97,
ÏmÏù 7M»t#uä ×M»uZÉit/ ãP$s)¨B
zOÏdºtö/Î) (
`tBur
¼ã&s#yzy
tb%x.
$YYÏB#uä 3
¬!ur n?tã
Ĩ$¨Z9$# kÏm ÏMøt7ø9$# Ç`tB tí$sÜtGó$#
Ïmøs9Î) WxÎ6y
4
`tBur
txÿx. ¨bÎ*sù ©!$# ;ÓÍ_xî Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$# ÇÒÐÈ
“Mengunjungi
ke Baitullah (haji) adalah wajib bagi manusia kepada Allah, yaitu
(bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.
Apa yang
menjadi tujuan dan mengapa Allah memanggil, menyeru seluruh manusia untuk
datang mengunjungi Baitullah melaksanakan manasik haji dan umrah? Alasan
pertama, sebab syariat haji adalah syariat yg telah ditetapkan kepada Nabi
Ibrahim As.beserta keluarganya. Panggilan, seruan, dan ritual manasik haji
telah dilaksanakan semasa Nabi Ibrahim As beserta keluarganya.
Kisah ini adalah
menggambarkan sebuah keluarga yang patuh dan taat akan perintah Allah Swt yang
diberikan kepada Nabi Ibrahim As, dan anaknya Ismail As. Bagaimana tidak
penting, ayah mana yang bertahun – tahun tidak mempunyai keturunan atau anak,
akan tetapi begitu dikarunia anak Allah Swt memerintahkan untuk menyembelihnya,
hati Orang tua mana yang tega? Ibu mana yang kuat mentalnya menyaksikan anaknya
disembelih putranya, dan anak mana yang mau disembelih bapaknya?
Tetapi semua pertanyaan
itu hilang ditimpa rasa lebih takut kepada Allah swt dan ketaatan serta
ketaqwaannya tersebut. Yang perlu sebagai renungan bagi kita sekarang adalah
apakah kisah ini hanya tinggal sejarah sebatas dikenang? Apakah hari raya idul
adha yang setahun sekali kita peringati ini hanya seremonial
Allahu
Akbar.......Allahu Akbar.....Allahu akbar walillahilham....
Jama’ah shalai Id adha
Rahimakumullah.....
- PERINTAH
SHALAT
Perintah Shalat adalah
merupakan salah satu rukun islam yang harus kita kerjaan, dalam perintah ini
juga tidak ada tawar menawar kepada Allah swt. Mengapa demikian....dengan
shalat hidup kita menjadi teratur...dengan shalat kita lebih dekat dengan Allah
swt...dengan Shalat juga kehidupan keluarga kita akan adem ayem dan tentram,
dan masih banyak lagi yang kita dapat ketika perintah Allah ini kita Jalankan
dalam kehidupan sehari – hari.
“
HAMBLUM MINALLAH WAHABLUM MINANNAS”
“Hubungan
dengan manusia itu adalah saling silaturrahim.....dengan Allah ialah Ibadah
shalat”
Bangsa indonesia
mayoritas adalah umat Islam...rumah Ibadah yang paling banyak Adalah
Islam.....Rumah Ibadah yang paling megang tinggi....nyaring suaranya adalah
Islam....tapi juga rumah ibadah yang paling sepi Jama’ahnya adalah
Islam...mengapa demikian ? Kita Umat Islam masih dilanda kufur nikmat, rasa
takut..cinta dunia. Itu semua tidak pernah kita sadari, hidup kita ini milik
siapa, Ibadah kita ini untuk siapa, Apa yang kita cari untuk siapa, pangkat
jabatan yang kita punya milik siapa.
Ingatlah
wahai umat islam,Inna shalati wanusuki, wamahyaya, wamamati..lillahi Rabbil
“alamin...sesungguhnya Shalatku, sujud rukukku, mati ku ialah milik Allah
swt...
Padahal banyak ayat Al
qur’an menjelaskan tentang ancaman dan peringatan Allah ketika kita
meninggalkan Shalat, banyak juga balasan kepada Umat islam yang menjalankan
perintah Allah. Tapi kembali lagi semuanya ini hanyalah sekedar tulisan, dan
adanya realisasi dalam setiap nafas kita untuk lebih meninggkatkan kita
beribadah kepada Allah Swt. Umat islam saat sekarang ini lebih suka di adu
domba, umat Islam saat sekarang ini lebih suka memperdebatkan sesuatu hal yang
bisa mengurangi orang yang akan beribadah. Paradiqma seperti inilah yang membuat
umat islam di ambang kehancuran, karena yanng merusak aqiqah, yang merusak
kesatuan, yang merusak hukum adalah umat islam itu sendiri, sehingga Krisis
kepercayaan sudah tidak lagi.
Kita telah terlenakan
dengan syurganya dunia yang bakalan akan kita tinggalkan, termasuk Harta,
istri, anak, suami, suami kita
tinggalkan ketika kematian sudah menghapiri pada jiwa setiap manusia, seolah –
olah kita telah di ninabobokkan olehnya, seharusnya kita harus berpikir yang
lebih lagi, hidupa didunia ini adalah seperti kita dalam perjalan yang
mengendarai Bus ataupun Transportasi lainnnya.dunia ini hanya terminal
sementara, Transli kita nantinya di Alam Kubur, terminal kedatangan kita itu
adalah Padang Mahsyar, Jam keberangkatan kita adalah suprais, sebuah kejutan
yang sifatnya Rahasia Allah Swt, Check In kita dilakukan oleh Malaikat
Sakaratul Maut, setelah itu tujan Akhir kita adalah SYURGA. Dan setiap kita
melakukan perjalan pasti ada yang kita bawa, nah ketika kita mati kita hanya
diperbolehkan membawa Kain Kafan, Iman dan Amal saleh doang. Dan barang yang
bisa menyusul adalah Shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Doa anak
Shaleh. Nah sebagai catatan kita apakah semua ini Sudah kita penuhi dan di
persiapkan, jika lau belum kapan lagi? Jika sudah, apakah tidak ingin menambah
?
Allahu Akbar 3 x walillahilhamd.
Jama’ah Shalat Idul adha
Rahimakumullah....
Kita semuanya adalah
sebagai pemimppin dan sekaligus contoh dikeluarga kita, karena kita adalah
sebagai orang tua, yang seharusnya orang tua adalah sebagai tuntunan dengan
anak – anaknya dirumah, akan tetapi sekarang banyak sebagai orang tua hanya
menjadi tontonan bagi anak – anaknya, anak shalat di masjid atau dirumah orang
tuanya hanya duduk santai didepan televisi sambil minum kopi, hal demikian ini
lah yan membuat generasi anak kita yang akan meninggalkan Shalat dan mengikuti
Hawa Nafsunya, seperti yang tersinyalir dalam Al qur’an surat Marya : 58-60
yaitu :
y7Í´¯»s9'ré& z`Ï%©!$# zNyè÷Rr& ª!$# NÍkön=tã z`ÏiB z`¿ÍhÎ;¨Y9$# `ÏB ÏpÍhè tPy#uä ô`£JÏBur $oYù=yJym yìtB 8yqçR `ÏBur ÏpÍhè tLìÏdºtö/Î) @ÏäÂuó Î)ur ô`£JÏBur $uZ÷yyd !$oYøu;tGô_$#ur 4 #sÎ) 4n?÷Gè? ÷LÏiøn=tæ àM»t#uä Ç`»uH÷q§9$# (#ryz #Y£Úß $|Å3ç/ur ) * y#n=smú .`ÏB öNÏdÏ÷èt/ ì#ù=yz (#qãã$|Êr& no4qn=¢Á9$# (#qãèt7¨?$#ur ÏNºuqpk¤¶9$# ( t$öq|¡sù tböqs)ù=t $xî ÇÎÒÈ
wÎ) `tB z>$s? z`tB#uäur @ÏHxåur $[sÎ=»|¹ y7Í´¯»s9'ré'sù tbqè=äzôt sp¨Ypgø:$# wur tbqßJn=ôàã $\«øx© ÇÏÉÈ
Artinya :
“
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu
Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama
Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah
Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang
Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan
menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang
menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan
menemui kesesatan, Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh,
Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,
Q.S Maryam: 58-60 ).
Ibnu
Katsir menjelaskan, generasi yang adhoo’ush sholaat itu, kalau mereka sudah menyia-nyiakan sholat, maka pasti
mereka lebih menyia-nyiakan kewajiban-kewajiban lainnya. Karena shalat itu
adalah tiang agama dan pilarnya, dan sebaik-baik perbuatan hamba. Dan akan
tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan
kelezatannya,, senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia. Maka mereka itu
akan menemui kesesatan,, artinya kerugian di hari qiyamat.
Adapun
maksud lafazh Adho’us sholaat ini, menurut Ibnu Katsir, ada beberapa pendapat.
Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat
secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah). Itu adalah pendapat yang dikatakan
oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi, Ibnu Zaid bin Aslam, As-Suddi, dan pendapat
itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Pendapat inilah yang menjadi pendapat
sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad, dan
satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan
shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan, iqamatul hujjah (penjelasan dalil),
berdasarkan Hadits:
بَيْنَ الْعَبْدِ
وَبَيْنَ الشِّرْكِ تَرْكُ الصَّلاَةِ (رواه مسلم في صحيحه برقم: 82 من حديث
جابر).
“(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan
sholat.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir).
Dan
Hadits lainnya:
الْعَهْدُ الَّذِيْ
بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ. (رواه
الترمذي رقم 2621 والنسائ 1/231 ،وقال الترمذي :هذا حديث حسن صحيح غريب).
“Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat,
maka barangsiapa meninggalkannya, sungguh-sungguh ia telah kafir.” (Hadits
Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya
1/231, dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib).
Tafsir Ibnu Katsir,
tahqiq Sami As-Salamah, juz 5 hal 243).
Penuturan
dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh, terpilih, bahkan
nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. Mereka bersujud dan menangis
ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Namun selanjutnya, disambung dengan ayat yang
memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda, bahkan
berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu, yakni sikap
generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu
3
IBADAH QURBAN
Tidaklah salah seorang
anak Adam beramal pada hari nahar (‘Idul adha) dengan sebuah amalan yang lebih
dicintai Allah daripada mengalirkan darah (menyembelih binatang kurban), dan
sesungguhnya dia(binatang sembelihan) akan datang pada hari kiamat dengan
tanduknya, kukunya, dan bulu-bukunya. Dan sesungguhnya darah kurban tersebut
sampai kepada Allah, sebelum mengalir ke tanah.”(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi
dan dihasankannya)
Hadits di atas adalah
salah satu hadits yang menunjukkan tentang keutamaan qurban, qurban/ udhiyah
adalah hewan yang disembelih dengan tujuan taqarrub (mendekatkan diri) kepada
Allah subhanahu wa ta’ala pada hari idul ‘adha sampai akhir hari-hari
tasyrik.(Lisanul Arab)
Hikmah
disyariatkan qurban
1.
Taqqarub (medekatkan
diri) kepada Allah subhanahu wa ta’ala,karena Allah telah berfirman
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka
shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah (berqurban).”
2.
Menghidupkan sunah
imam ahli tauhid, Ibrahim ‘alaihissalam ketika beliau diperintahkan oleh Allah
untuk menyembelih putranya Ismail ‘alaihissalam, kemudian Allah menggantinya
dengan domba yang besar, Allah berfirman:
وفديناه بذبح عظيم
[الصافات:107].
“Dan
kami gantikan gengan sembelihan yang besar.”(Ash-Shaaffat: 107)
3.
Berbagi kesenangan
kepada orang fakir dan miskin, dengan daging yang disedekahkan kepada mereka.
4.
merupakan bentuk
syukur kepada Allah yang telah menundukkan binatang ternak kepada kita. Allah
berfirman:
côç7ø9$#ur
$yg»oYù=yèy_
/ä3s9
`ÏiB
Îȵ¯»yèx©
«!$#
ö/ä3s9
$pkÏù
×öyz
( (#rãä.ø$$sù
zNó$#
«!$#
$pkön=tæ
¤$!#uq|¹
( #sÎ*sù
ôMt7y_ur
$pkæ5qãZã_
(#qè=ä3sù
$pk÷]ÏB
(#qßJÏèôÛr&ur
yìÏR$s)ø9$#
§tI÷èßJø9$#ur
4 y7Ï9ºxx.
$yg»tRö¤y
öNä3s9
öNä3ª=yès9
tbrãä3ô±s?
ÇÌÏÈ `s9
tA$uZt
©!$#
$ygãBqçté:
wur
$ydät!$tBÏ
`Å3»s9ur
ã&è!$uZt
3uqø)G9$#
öNä3ZÏB
4 y7Ï9ºxx.
$ydt¤y
ö/ä3s9
(#rçÉi9s3çGÏ9
©!$#
4n?tã
$tB
ö/ä31yyd
3 ÎÅe³o0ur
úüÏZÅ¡ósßJø9$#
ÇÌÐÈ
“Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah
orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan
orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada
kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.Daging-daging unta dan darahnya itu
sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari
kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkanya untuk
kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan
berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj:36-37)
Hukum
Qurban
Jumhur ulama mengatakan
bahwa qurban ukumnya sunnah muakaddah, dan makruh/dibenci kalau ditinggalkan
bagi orang yang mampu. Adapun sebagian ulama yang lain mengatakan hukumnya
wajib.Imam Syafi’i berkata: Andaikat qurban itu wjib maka, tidaklah cukup satu
rumah kecuali setiap orang mengorbankan seekor kambing atau setiap tujuh orang
mengorbankan satu ekor sapi, akan tetapi karena hukumnya tidak wajib maka
cukuplah bagi seorang yang mau berqurban untuk menyebutkan nama keluarga pada
qurbannya. Dan jika tidak menyebutkannya tidak meninggalkan kewajiban.”(Al-Umm
2:189)
Hewan
yang diqurbankan
Untuk onta maka umurnya
tidak kurang dari 5 tahun, sapi tidak kurang dari 2 tahun, kambing jawa 1 tahun
dan untuk domba tidak kurang dari 6 bulan.dan hewan tersebut sehat tidak cacat,
sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
أربع لا تجوز في الأضاحي: العوراء البيّن عورها،
والمريضة البيّن مرضها، والعرجاء البيّن عرجها، والكسيرة التي لا تُنقي ـ يعني لا
نَقي فيها ـ أي لا مخ في عظامها وهي الهزيلة العجفاء } [أحمد:4/284، 281، وأبو
داود:2802].
Artinya : “Empat
hewan yang tidak diperbolehkan untuk berqurban: buta yang jelas kebutaanya,
sakit yang nyta sakitnya, pincang yang jelas kepincangannya dan kurus yang
tidak berdaging.”(HR.Ahmad dan Abu Dawud)
Ketentuan
bagi orang yang mau berkorban
Bagi orang yang berniat
untuk berqurban dan telah masuk bulan dzulhijjah makadianjurkan untuk tidak
memotong rambut, kuku atau kulitnya.
إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن
يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره } [رواه مسلم] وفي رواية: { فلا يأخذن شعراً ولا
يقلمن ظفراً } [مسلم]
“Apabila
kalian melihat hilal/bulan dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian
berniat untuk berqurban, maka hendaklah dia menahan rambut dan
kukunya.(HR.Muslim) dalam riwayat yang lain:”Janganlah memotong rambut dan
kukunya.” (HR.Muslim)
Pembagian daging qurban
Pembagian daging qurban
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ {28}
“Maka
makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan
orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj:28)
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا
الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ
“Maka
makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada
padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta (Al-Hajj:36)
Artinya:
“Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan ia menshahihkannya, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi, Al-Hafidh Ibnu Hajar merojehkan bahwasanya hadits ini maukuf (sampai kepada shahabat saja
“Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan ia menshahihkannya, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi, Al-Hafidh Ibnu Hajar merojehkan bahwasanya hadits ini maukuf (sampai kepada shahabat saja


Tidak ada komentar:
Posting Komentar